Ketika Bisa Berubah Menjadi Berusaha
Sejak kecil, knnth terbiasa menjadi anak yang pintar tanpa perlu benar-benar belajar. Saat di sekolah dasar, ia berhasil lulus dengan title peringkat 2 paralel meski ia tidak pernah mempunyai cara belajar yang benar-benar konsisten. Ia juga sering kali mendapatkan juara kelas hingga memenangkan perlombaan tanpa memerlukan usaha, tenaga, maupun waktu belajar secara khusus. Hingga ia pun mulai mempercayai bahwasannya tanpa memberikan usaha yang besar, ia akan tetap mendapatkan apa yang diinginkannya.
Kepercayaan itu kemudian ia bawa hingga memasuki sekolah menengah pertama.
Pada awlnya, semuanya tetap berjalan seperti biasanya. Knnth masih bisa mendapatkan nilai yang bagus tanpa sering-sering belajar. Namun, seiring berjalannya waktu, cakupan materi yang perku ia pelajari semakin sulit dengan tuntutan yang tak kalah besar. Lalu untuk pertama kalinya ia mendapatkan nilai yang…. cukup buruk.
Tentu saja, tak akan pernah terbayangkan dibenaknya bahwa ia akan mendapatkan nilai sejelek itu dikehidupannya. Namun anehnya, belum juga ia merasa kapok.
Setiap kali Knnth mendapatkan hasil yang baik tanpa belajar, ia kembali percaya untuk mengandalkan kemampuannya sama seperti dulu. Akhirnya siklus itupun terus berulang. mendapat nilai bagus, tidak belajar, lalu mendapatkan nilai yang tidak sesuai harapannya di kemudian tetap tidak belajar lagi.
Hingga di suatu titik ia bahkan tidak lagi emngingat bagaimana caranya belajar.
Apakah ia harus menulis seluruh materi buku hingga akhir? haruskah ia merangkum seluruh materi itu? haruskah ia menghafal segalanya? atau haruskah ia mengerjakan seribu soal? ia tidak tahu. Rasanya ia sudah terbiasa tidak belajar sampai ia tidak mengenal cara belajar yang benar cocok untuk dirinya sendiri.
Sampai beberapa waktu lalu, sesuatu berubah. Ia mencoba untuk belajar demi sebuah ujian. Ia belajar. Benar-benar belajar. Bukan sekadar membaca materi sebelum ujian dimulai, tetapi meluangkan waktu hingga ia sungguh memahami apa yang ia pelajari. Dan ketika hasilnya keluar, knnth mendapatkan hasil yang sempurna.
Mungkin bagi orang-orang di sekitarnya (yang memang notabenenya memang orang-orang pintar) ini adalah hal yang sederhana. Tetapi bagi knnth rasanya luar biasa. Ada rasa puas yang berbeda. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, ia mendapatkan hasil yang baik dan benar-benar tahu dari mana itu berasal. Bukan karena ia bisa, tetapi karena ia berusaha.
Saat itulah Knnth menyadari sesuatu yang selama ini mungkin tidak pernah ia pahami.
Ternyata, yang membuatnya bahagia bukan hanya hasil akhirnya. Ada sesuatu yang jauh lebih memuaskan dari sekedar melihat nilai yang tinggi. Ada rasa bangga ketika ia mengingat prosesnya. Saat ia meluangkan waktu untuk belajar, berusaha memahami materi yang sulit, dan tetap mencoba meskipun tidak langsung mengerti.
Selama ini, Knnth selalu menganggap hasil sebagai hal yang paling penting. Nilai, peringkat, medali, kemenangan lomba, dan berbagai pencapaian lainnya terasa seperti bukti nyata dari keberhasilan seseorang.
Namun, sekarang ia mulai melihatnya dari sudut pandang yang berbeda.
Ia masih percaya bahwa hasil tetap penting. Ia masih ingin mendapatkan nilai bagus, memenangkan perlombaan, dan mencapai apa yang ia inginkan. Tetapi sekarang, ia mulai memahami bahwa proses membuat hasil tersebut memiliki arti.
Nilai bagus yang diperoleh tanpa usaha mungkin tetap membuat seseorang senang. Namun, nilai bagus yang diperoleh setelah melewati proses belajar, gagal memahami sesuatu, mencoba lagi, dan akhirnya berhasil terasa berbeda. Jauh lebih berarti.
Mungkin selama ini Knnth terlalu sibuk membuktikan bahwa dirinya bisa mendapatkan hasil yang bagus sampai lupa bahwa ia juga perlu belajar bagaimana cara mendapatkannya. Kegagalan-kegagalan yang ia alami ternyata bukan sekadar tentang nilai yang buruk. Kegagalan itu menjadi pengingat bahwa kemampuan saja tidak selalu cukup.
Dan mungkin, untuk pertama kalinya, Knnth mulai memahami bahwa belajar bukan hanya tentang mendapatkan nilai. Belajar juga tentang mengenal batas diri sendiri, memahami arti usaha, dan merasakan kepuasan ketika sesuatu yang diinginkan akhirnya berhasil dicapai karena kerja kerasnya sendiri.
Knnth belum sepenuhnya berubah. Ia mungkin masih akan malas sesekali. Ia mungkin masih akan mendapatkan nilai yang tidak sesuai harapan. Tetapi setidaknya sekarang, ia tahu satu hal: Ia tidak ingin lagi hanya menjadi seseorang yang bisa mendapatkan hasil bagus. Ia juga ingin menjadi seseorang yang tahu bagaimana cara berusaha untuk mendapatkannya.
Comments
Post a Comment